27. Unsudatul MaṬar” Li Badr Syakir Al Sayyab Dirasah Al Simiya'iyah 'Ala Manhaji Ferdinand De Saussure

ABSTRAK

Pada dasarnya, tanda adalah suatu yang sangat penting terutama bagi kehidupan manusia yang tidak terlepas dari sistem tanda. Oleh karena itu, mempelajari ilmu tentang tanda atau yang disebut dalam ranah keilmuan sebagai semiotik (al Simiyaiyah) merupakan kajian yang sangat penting pula. Tanda bukanlah sesuatu yang tidak ada arti maupun fungsinya, karena didalam tanda tersirat maksud dan tujuan tertentu yang ingin disampaikan oleh sang pembuat tanda. Salah satu pembuat tanda ialah sastrawan. Dengan tanda, seorang sastrawan dapat dengan mudah mengungkapkan apa saja yang ingin diungkapkan, seperti kritik, peringatan, pesan maupun saran kepada khalayak termasuk didalamnya pemimpin ataupun penguasa mengenai banyak hal, seperti politik dan sosial tanpa ada rasa khawatir akan hukum dan lain sebagainya.
Adapun karya sastra yang banyak memuat tanda didalamnya adalah puisi (syi’ir) karya sastrawan negara Iraq masa modern ‘Badr Syakir al Sayyab’ yang berjudul “Unsyudah Al Matar”. Puisi bebas (syi’ir al Hurr) ini ditulis al Sayyab menggunakan banyak tanda yang memungkinkan tujuan sebagai bentuk kritik pemerintahan dan menggambarkan kondisi negara Iraq pada masa kolonial Inggris  agar tidak  terlibat  hukum  atau sesuatu  yang  mungkin  terjadi  karena mengkritik pemerintah. Adapun penelitian ini mempunyai dua tujuan, yang pertama adalah untuk mengetahui bentuk  tanda  (semiotik)  berupa  al  Dal  dan  al  Madlul  menurut Ferdinand  De  Saussure,  dan yang  kedua  untuk  mengetahui  makna  tanda (semiotik) berupa al Murakkab dan al Nidhom menurut Ferdinand De Saussure.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori semiotik Ferdinand De Saussure yang menyebutkan bahwa semiotik (tanda) itu terdiri dari dikotomi linguistik, yang pertama adalah penanda (al Dal) dan yang kedua adalah pertanda (al Madlul). Adapun penanda (signifier), yaitu aspek material tanda yang bersifat sensoris, didalam bahasa lisan mengambil wujud sebagai citra bunyi atau citra akustik yang berkaitan dengan sebuah konsep. Substansi penanda bersifat material, entah berupa bunyi-bunyi, objek-objek, imaji-imaji dan sebagainya. Sementara pertanda (signified) yaitu aspek mental dari tanda-tanda, yang biasa disebut juga sebagai “konsep”, yakni konsep-konsep ideasional yang berada di dalam benak penutur. Didalam pertanda juga akan menghasilkan suatu makna. Adapun  makna  suatu  tanda,  akan  diperoleh  dari  salah  satu  unsur  semiotik (tanda), yaitu al Murakkab  dan al Nidhom. Adapun hasil penelitian dengan menggunakan teori De Saussure, diketahui bahwa terdapat 3 macam tanda dari 121 bait Qasidah “Unsudatul Maṭar” Karya al Sayyab, dan terdapat   al Murakkab dan al Nidhom di setiap Maqto’ yang ditandai dengan pengulangan kata “Matar”.

Kata Kunci: al Simiyaiyah, De Saussure, Unsudatul Maṭar, Signified dan signifier, al Murakkab dan al Nidhom
File Selengkapnya.....


Tag Favorit :

27. Unsudatul MaṬar” Li Badr Syakir Al Sayyab Dirasah Al Simiya'iyah 'Ala Manhaji Ferdinand De Saussure adalah yang barusan kamu baca.

PESAN SEKARANG Kumpulan Contoh Skripsi/Tesis bisa Request Sesuai Topik Judul yang di Butuhkan Caranya silahkan chat WA, +GRATIS BANTUAN TEKNIS KONSULTASI DAN BIMBINGAN GARANSI LOLOS CEK PLAGIASI ,

27. Unsudatul MaṬar” Li Badr Syakir Al Sayyab  Dirasah Al Simiya'iyah 'Ala Manhaji Ferdinand De Saussure 27. Unsudatul MaṬar” Li Badr Syakir Al Sayyab  Dirasah Al Simiya'iyah 'Ala Manhaji Ferdinand De Saussure 27. Unsudatul MaṬar” Li Badr Syakir Al Sayyab  Dirasah Al Simiya'iyah 'Ala Manhaji Ferdinand De Saussure 27. Unsudatul MaṬar” Li Badr Syakir Al Sayyab  Dirasah Al Simiya'iyah 'Ala Manhaji Ferdinand De Saussure

Belum ada Komentar untuk "27. Unsudatul MaṬar” Li Badr Syakir Al Sayyab Dirasah Al Simiya'iyah 'Ala Manhaji Ferdinand De Saussure"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel